Home » Geografi » Terjadinya Gunung dan Bagaimana Gunung Bisa Meletus

Terjadinya Gunung dan Bagaimana Gunung Bisa Meletus

Terjadinya Gunung dan Bagaimana Gunung Bisa Meletus – Hari itu Baim Bangun dari tempat tidurnya kemudian membuka jendela untuk menghirup udara segar. Tetapi hidungnya tiba-tiba mencium sesuatu lalu bersin. Dia cepat-cepat menutup jendela itu kembali lalu memandang keluar beberapa saat. Cuaca masih gelap, padahal sudah jam 6 lewat, langit pagi penuh tertutup debu, abu campur pasir seperti ditumpahkan dari langit, turun mengotori atap rumah, gedung, jalan dan lapangan. Rupanya pagi itu baru saja gunung Merapi meletus. Lahar panas dan batuan dimuntahkan dari kawah gunung tersebut ke udara setinggi puluhan kilometer. Lahar dan batuan jatuh menimpa rumah dan perkebunan penduduk, bahkan abu dan pasir halusnya terbawa angin dan disebarkan ke tempat-tempat lain sejauh puluhan kilometer.

Letusan gunung berapi dapat menimbulkan kerugian yang amat besar, banyak rumah yang hancur, hewan ternak dan kebun banyak yang musnah. Korban tudak hanya dalam bentuk harta benda, tetapi juga jiwa manusia, banyak penduduk meninggal akibat tertimbun reruntuhan rumah sendiri atau terkena awan panas dari letusan gunung. Bencana alam memang mengerikan.

Bagaimana gunung bisa meletus? Gunung yang bisa meletus disebut gunung berapi. Gunung berapi adalah gunung yang didalamnya terdapat lahar panas. Didalam perut bumi yang paling dalam terdapat batuan cair yang sangat panas. Panasnya bisa mencapai puluhan ribu derajat celcius. Batuan panas itu dinamakan magma. Magma adalah batuan panas bercampur dengan gas. Didalam bumi, magma tidak diam. Cairan batu panas dan gas tersebut melakukan aktivitas. Magma berusaha keluar ke permukaan bumi. Hal ini sesuai dengan sifat gas yaitu mengisi ruang yang kosong. Permukaan bumi kita adalah kosong, itulah sebabnya magma berusaha menembus kulit bumi.

Kulit bumi hakikatnya adalah kerak dari magma yang telah dingin. Apabila bumi diibaratkan sebagai telur, maka tanah yang kita pijak ini adalah kulit telur. Sedangkan magma adalah isi telur itu. Telur yang baru keluar dari induknya mempunyai permukaan yang sangat lunak, setelah bereaksi dengan oksigen berubah menjadi keras. Begitu pula bumi kita ini terjadi. Banyak ahli memperkirakan bumi kita ini pada mulanya berupa gas yang sangat panas. Putaran bumi membuat bagian luarnya menjadi dingin dan beku. Jutaan tahun kemudian lapisan luar gas tersebut semakin tebal dan gas didalamnya tetap aktif sebagaimana mulanya. Kulit luar bola gas tersebut dinamakan kerak bumi, yaitu bagian bumi yang kita pijak ini.

Ketebalan kerak atau kulit bumi ini tidaklah sama. ada kerak bumi yang tebal dan ada pula yang tipis. Kerak atau permukaan bumi yang tipis terdesak keluar oleh gerakan gas didalam bumi. Akibat desakan tersebut permukaan bumi menonjol lebih tinggi daripada permukaan yang lain. Tonjolan yang menjulang dari permukaan bumi itulah yang kita namakan dengan gunung. Lahar padas didalam bumi terus mendesak permukaan bumi. Kegiatannya menimbulkan gerakan-gerakan keras di permukaan bumi. Gerakan didalam bumi yang menimbulkan guncangan di permukaan bumi sering dinamakan dengan gempa bumi. Itulah sebabnya letusan gunung berapi biasanya didahului dengan gempa bumi.

Lalu kenapa gunung berapi berbentuk runcing seperti kerucut?

Lahar yang dimuntahkan oleh gunung berapi mengalir melalui bagian paling atas. Lahar mengalir ke bagian yang lebih rendah kemudian membeku. Muntahan dan pembekuan lahar yang terus menerus akhirnya membentuk gunung menjadi runcing. Bagian puncaknya berlubang dan disebut kawah. Didalam kawah tersebut dapat dilihat aktivitas magma seperti rebusan bubur tepung. Pada waktu-waktu tertentu, aktivitas magma didalam kawah meningkat. Desakan magma dari dalam perut bumi sangat besar, maka yang terjadi adalah permukaan kawah menyembur ke udara diserta suara ledakan yang keras. Peristiwa tersebut dinamakan gunung meletus.

Bagian permukaan kawah terdiri atas lahar panas dan lahar dingin yang sudah membeku. Lahar yang membeku karena suhu yang rendah sering kita namakan dengan batu. Itulah sebabnya letusan gunung berapi sering disertai lemparan batu ke udara. Gunung yang muncul di permukaan bumi dapat dibedakan menjadi dua jenis. Ada gunung yang aktif dan ada gunung mati. Gunung yang masih aktif sering disebut gunung api atau gunung berapi. Gunung tersebut sering melakukan kegiatan berupa golakan lahar yang menimbulkan kepulan asap ke angkasa. Bahkan kegiatan yang lebih besar menimbulkan letusan yang sangat mengerikan. Gunung berapi yang sudah meletus biasanya tidak lagi berbentuk runcing karena bagian atasnya telah hancur oleh lahar yang dimuntahkan. Sehabis letusan biasanya diikuti oleh pembekuan lahar menjadi batu. Jika pembekuan terjadi sangat tebal dan menyumbat kawah maka gunung berapi mungkin tidak aktif lagi, inilah yang disebut dengan gunung mati. Tetapi ini bukan berarti gunung tersebut tidak akan meletus. Apabila desakan magma dari perut bumi lebih kuat, mungkin gunung tersebut dapat aktif kembali dan meletus.

Apakah Gunung Berapi Ada Gunanya?

Lahar yang dimuntahkan oleh letusan gunung berapi mengandung bermacam-macam zat yang dapat menyuburkan tanah disekitar bukit. Tanah pertanian yang subur sangat diperlukan untuk usaha pertanian. Kesuburan tanah akan memberikan hasil pertanian yang banyak. Hal ini tentu sangat menguntungkan bagi petani dan masyarakat pada umumnya. Bumi kita bukan hanya sebagai tempat berpijak, lebih dari itu bumi memberikan sebagian besar apa yang dibutuhkan manusia. Kita makan nasi yang diperoleh dari tanaman padi. Padi ditanam di sawah. Didalam bumi terdapat bahan bakar seperti minyak, gas, dan batu bara yang sangat kita butuhkan. Emas, perak, besi, tembaga dan lain-lain terdapat didalam bumi dan sangat bermanfaat bagi kehidupan.

Di permukaan bumi terdapat hutan dan berbagai macam satwa. Hutan menghasilkan kayu, rotan dan lain-lain yang dapat kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari. Satwa yang hidup didalam hutan selain menghiasi alam juga sebagai sumber protein hewani. Laut, danau, sungai juga cukup memberikan perotein. Manfaat alam bagi manusia tidak terhingga banyaknya, Tuhan menciptakan semua itu untuk kita gunakan dengan sebaik-baiknya, itulah kekuasaan Tuhan penguasa alam.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *